*Selamat Dalam Bekerja Berkat Wesi Kuning Kang Masrukhan

Om Swastyastu,

Menjadi koki di sebuah restoran ternama di Bali menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi saya. Bagaimana tidak, saya yang hanya lulusan SMA bisa diterima menjadi asisten master chef di restoran besar di Bali, sedangkan di luar sana banyak lulusan S1 yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan.

Memang, sejak kecil saya sering dikira banci/ waria karena kegemaran saya bereksperimen dengan masakan. Namun ejekan dan cemoohan mereka tidak saya hiraukan, toh buktinya sekarang saya bisa memiliki profesi yang membanggakan.

Koki merupakan pekerjaan yang tidak bisa dianggap remeh. Selain dituntut kerja cepat, hampir setiap hari saya harus bersinggungan dengan panasnya api, tajamnya pisau, maupun benda-benda berbahaya lainnya. Namun saya sama sekali tidak takut dengan resiko profesi saya karena saya memiliki Wesi Kuning.

Kepemilikan Wesi Kuning ini bukannya tanpa sebab. Dulu saat pertama kali magang di restoran ini saya pernah melakukan satu kelalaian yang membuat nyawa saya hampir melayang. Untung Sang Hyang masih melindungi saya.

Saat itu saya diminta mengambil bahan masakan yang ada di gudang. Karena dituntut kerja cepat saya pun berlari. Malangnya, saya terpeleset di dapur dan hampir saja menyenggol panci besar berisi minyak mendidih. Untung saja ada salah satu koki yang sigap mendorong saya sehingga saya terjatuh di samping panci.

Kejadian itu membuat saya ngeri dengan resiko pekerjaan yang saya ambil. Saya sadar setiap profesi pasti memiliki resikonya masing-masing. Karena itu saya tetap memantapkan hati untuk tetap menjalani profesi ini. Saya pun mencoba mencari solusi untuk mengatasi resiko yang kapan saja bisa menghilangkan nyawa saya ataupun membuat saya cacat.

Saat Hari Raya Tumpek Wariga*, saya bertemu dengan Wayan Agung, teman semasa kecil dulu. Kami saling melepas kangen dengan cerita-cerita pribadi, saya pun menceritakan pekerjaan saya saat ini beserta resikonya. Dari Wayan Agung saya mendapatkan info mengenai Wesi Kuning.

Karena info ini datang dari Wayan Agung, teman karib saya, dan dia sudah membuktikannya sendiri. Tanpa ragu sedikit pun saya langsung memesan Wesi Kuning dari Kudus. Sejak saat itulah saya mempunyai Wesi Kuning sebagai sarana pelindung saya.

Kejadian aneh pernah menimpa saya, waktu itu saya memotong seledri dengan cepat. Saya merasakan pisau itu memotong jari telunjuk kiri saya, saya juga melihat ada darah yang keluar dari jari saya, tapi saya sama sekali tidak merasakan sakit ataupun perih. Keesokan harinya, luka di jari saya sudah hilang alias tidak membekas. Mulai kejadian ini pula saya semakin yakin menjalani profesi yang penuh resiko ini.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Wayan Raditya, Bali

*Tumpek Wariga: Hari raya untuk menghaturkan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi sebagai Dewa Sangkara, Dewa penguasa tumbuh-tumbuhan. Jatuh pada 25 hari sebelum Galungan.