Mitos dan Fakta Seputar Puasa dan Pencernaan
Puasa, terutama puasa Ramadan, merupakan praktik yang dijalankan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Selain aspek spiritualnya, https://www.novagastroliver.com/ puasa juga memiliki banyak dampak pada kesehatan, khususnya sistem pencernaan. Namun, banyak mitos beredar seputar hubungan puasa dan pencernaan yang seringkali menyesatkan. Mari kita luruskan beberapa di antaranya.
Mitos: Puasa Menyebabkan Maag Kambuh
Banyak orang khawatir puasa bisa memicu kambuhnya penyakit maag atau tukak lambung karena perut kosong terlalu lama.
Fakta
Sebaliknya, puasa seringkali justru dapat memperbaiki kondisi maag. Saat berpuasa, produksi asam lambung memang menurun secara alami, bukan meningkat. Selain itu, dengan pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka, lambung memiliki waktu untuk “beristirahat” dan memulihkan diri. Puasa bisa membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Namun, penting untuk menjaga pola makan yang benar saat sahur dan berbuka. Hindari makanan pedas, asam, berlemak, dan minuman berkafein yang bisa memicu asam lambung naik.
Mitos: Makan Sahur Sebanyak-banyaknya Agar Kuat Berpuasa
Ada anggapan bahwa mengonsumsi porsi besar saat sahur akan memberikan energi ekstra yang bertahan seharian.
Fakta
Makan berlebihan saat sahur justru dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dan memicu rasa begah, kembung, atau mual. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis, membuat Anda cepat merasa lemas. Pilihan makanan yang tepat jauh lebih penting daripada porsinya. Pilihlah makanan yang kaya serat dan protein seperti gandum utuh, buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak. Makanan ini dicerna perlahan oleh tubuh, sehingga memberikan energi yang stabil sepanjang hari.
Mitos: Tubuh Cepat Dehidrasi, Jadi Minum Teh atau Kopi Saat Sahur
Untuk mengusir kantuk dan merasa lebih segar, banyak orang memilih minum teh atau kopi saat sahur.
Fakta
Teh dan kopi mengandung kafein yang memiliki efek diuretik, artinya dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Hal ini justru mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh, meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa. Sebagai gantinya, air putih adalah pilihan terbaik. Minumlah air putih yang cukup saat sahur dan berbuka. Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka atau melon untuk menjaga hidrasi.
Mitos: Makanan Manis Adalah Pilihan Terbaik untuk Berbuka
Banyak yang berpikir bahwa makanan manis, seperti sirup atau kue-kue, adalah cara terbaik untuk mengembalikan energi setelah berpuasa.
Fakta
Meskipun makanan manis bisa dengan cepat menaikkan gula darah, lonjakan ini seringkali diikuti oleh penurunan yang cepat pula, membuat Anda merasa lemas. Berbukalah dengan makanan yang lebih seimbang. Kurma adalah pilihan yang baik karena mengandung gula alami, serat, dan mineral. Setelah itu, lanjutkan dengan hidangan seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Hindari langsung mengonsumsi gorengan atau makanan berat. Beri jeda sejenak untuk lambung menyesuaikan diri sebelum makan besar.
Puasa yang dijalankan dengan cara yang benar dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan pencernaan. Penting untuk membedakan antara mitos dan fakta agar ibadah puasa Anda tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.