*Wesi Kuning Selamatkan Edi Dari Geng Cobra

Lahir sebagai anak dari seorang guru silat tidak membuat Edi, anak saya, mengunggulkan dunia persilatan. Sudah saya ingatkan berkali-kali bahwa silat itu adalah ilmu bela diri warisan leluhur, silat yang dapat melindungi dari kejahatan yang selalu mengintai. Namun ia justru mentertawakannya. Dia justru menganggap silat itu kuno dan tidak berguna.

 

Khawatir dengan keselamatannya, saya memesan sebuah Wesi Kuning sebagai pelindung Edi. Karena Edi tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mistis, saya pun diam-diam menyelipkan Wesi Kuning dalam tasnya, dengan harapan Wesi Kuning akan menjadi sarana pelindungnya dari orang jahat.

 

Terjadi pula kekhawatiran saya. Sore itu, Eko (teman anak saya) datang ke rumah dan mengabarkan bahwa Edi dihadang oleh geng Cobra. Geng Cobra memang sejak dari dulu memusuhi saya. Ya, dulu memang saya pernah menjebloskan salah satu anggotanya ke penjara. Mungkin karena itu mereka dendam kepada saya, dan kini mengincar anak saya.

 

Segera saya ambil langkah seribu menyusul Edi. Disana saya melihat Edi meringkuk dipukuli geng Cobra. Saya pun menghampiri dan menghajar geng Cobra. Edi yang sedari tadi hanya meringkuk mulai berdiri, tampak mukanya sangat ketakutan, namun ajaibnya Edi justru tidak apa-apa. Tidak ada satupun lecet dalam tubuh Edi. Saya baru ingat kalau ada Wesi Kuning dalam tasnya. Betapa leganya..

 

Saat Edi menanyakan keanehan itu, saya hanya mengatakan bahwa dalam tubuh Edi telah mengalir darah seorang guru silat, jadi secara tidak langsung dunia persilatan telah menyelamatkannya dari hajaran geng Cobra. Sejak saat itu Edi mau belajar silat karena menurutnya silatlah yang telah memberinya kekuatan, padahal kekuatan itu karena adanya Wesi Kuning dalam tasnya.

 

Maaf, saya berbohong supaya Edi mau belajar silat, nanti setelah ia dewasa akan saya katakan yang sebenarnya. Bahwa Wesi Kuning yang saya taruh dalam tasnya lah yang telah melindunginya dari hajaran geng Cobra.

 

Supardi, Ciamis